Jumat, 05 Juni 2009

Hanung Bramantyo Ingin Filmkan KH Ahmad Dahlan


Hanung Bramantyo ingin membuat gebrakan di karier film. Sukses membuat film yang menyedot perhatian penonton, Ayat-Ayat Cinta, Hanung berniat membuat film tentang KH Ahmad Dahlan.

"Itu film biografi pertama kali yang akan saya buat. Syutingnya di Yogya dengan setting tahun 1915. Film ini menceritakan Ahmad Dahlan dalam rentang umur 21-33 tahun," jelas Hanung di FX, Sudirman, Jakarta, Selasa (26/5/2009).

Bukan tanpa alasan pria yang belum lama menjadi duda itu hendak mengangkat kisah hidup Ahmad Dahlan ke layar lebar.

"Sejak SD, saya suka Ahmad Dahlan dan sudah dekat dengan dia. Keluarga saya pun berasal dari orang-orang Muhammadiyah. Saya suka melihat dia di usia 21 tahun mendobrak interpretasi terhadap agamanya. Hingga akhirnya umur 33 tahun mendirikan Muhammadiyah. Saya muak dengan anak-anak sekarang yang di umur 21 malah sering nongkrong," urainya.

Sutradara yang sempat digosipkan pacaran dengan aktris Zaskia Adya Mecca itu tak cuma sekadar mengagumi saja. Sejak duduk di bangku SD hingga SMA, Hanung sempat mempelajari dan membaca banyak literatur mengenai Ahmad Dahlan.
okezone


Kalau Tukul Duet Sama Budi Anduk?

Nama komedian Budi Anduk belakangan sering terdengar di televisi. Apalagi setelah dia dijadikan jargon politik oleh para demonstran mahasiswa yang lebih memilih Budi Anduk ketimbang Boediono.

Dari tampangnya, Budi Anduk tidaklah tampan, malah bisa dikatakan di bawah rata-rata. Namun, itulah yang menjadi daya tariknya, sama halnya dengan Tukul Arwana

Kemunculan Budi Anduk yang mencuat pun mendapat tanggapan Tukul. "Ya bagus dong. Malahan saya pengin banget duet bareng dia, walaupun kami sama-sama punya kekurangan di tampang, kalau dipasangkan bisa jadi suatu kelebihan," ucap Tukul.

Meski terbilang senior, presenter Bukan Empat Mata ini tak ingin tinggi hati. Dia ingin tukar pikiran dengan Budi mengenai bakat mengocok perut yang lebih segar lagi.

"Siapa tahu bisa nambah-nambah ilmu setelah sharing dengan Budi. Kalau saya welcome banget, semoga Budi juga terbuka dengan ajakan saya," papar pria berkumis mirip lele ini.

Saat disinggung soal persaingan yang makin sengit di antara komedian, salah satunya dengan Budi Anduk, Tukul mengaku gembira. Pasalnya regenerasi di dunia komedian bergerak sangat dinamis.

"Malah senang, apalagi dengan Budi jadinya dunia komedi makin ramai. Saya yakin semua pasti dapat porsi masing-masing. Jadi buat apa khawatir?" tegas Tukul.

Wah, kita tunggu nih duet Tukul Arwana dan Budi Anduk, pasti tambah seru.

rileks

Beredar! Poster Spiderman 4 Palsu!

Setelah kehadiran poster resmi dari film yang sebentar lagi akan segera beredar di Indonesia yaitu Transformers: Revenge of the Fallen, kini beredar sebuah poster palsu!.

Ya, sebuah poster palsu untuk film garapan sutradara Sam Raimi dalam film Spiderman 4.

Dalam poster yang diposting di sebuah situs itu, poster tersebut tampak sungguh ganjil dan tidak terlihat sumber atau rumah produksi yang membuatnya yaitu Sony Pictures dan Marvel Studio.

Rencananya, film yang akan dibintangi oleh aktor Tobey Maguire itu akan segera rilis pada tanggal 6 Mei 2011 mendatang.

Akan tetapi sayangnya, masih dari sumber yang sama juga menyebutkan kalau pemeran Mary Jane ternyata hingga saat ini masih belum ditentukan apakah masih aktris cantik Kirsten Dunst atau bukan.

Gimana? masih menunggu kehadiran manusia laba-laba alias Spiderman 4?

rileks

Film Capres Raih Tiga Rekor Muri

Film parodi politik yang dibintangi mantan presiden Abdurrahman Wahid, Calo Presiden (Capres), memecahkan tiga rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

Penghargaan itu disampaikan Ketua Muri Jaya Suprana di Gedung Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/6/2009).

Ketiga rekor tersebut yakni, film Capres merupakan film pertama yang terpilih diputar dan didiskusikan pada International Public TV Conference. Rekor kedua, film Capres merupakan film parodi politik pertama di Indonesia.

Rekor ketiga, film ini adalah film pertama yang menghadirkan banyak tokoh politik.

Menanggapi penghargaan tersebut, salah satu pemain Capres, Happy Salma, senang dan bangga.

"Walau politik dianggap bobrok, tidak bisa dipungkiri politik juga bisa membawa perubahan," ucap Happy.

Film yang dirilis pada 4 Juni 2009 ini bisa dikatakan fenomenal karena mengangkat isu politik dan dibintangi oleh aktor-aktris kawakan serta ditambah aktor tamu seperti Gus Dur. Yang membuat film yang disutradarai Toto Hoedi ini semakin menarik adalah adanya kolaborasi dengan acara talkshow komedi Republik Mimpi.

okezone


Queen Bee, Kegelisahan Anak Capres

HIDUP Queenita Siregar (Tika Putri) berubah total saat ayahnya, Rachmat Siregar (Mathias Muchu,s) terpilih menjadi calon presiden Republik Indonesia. Keharmonisan membina hubungan dengan sang ayah terenggut oleh hingar bingar politik.

Rachmat menjadi sosok pria yang egois, lebih mementingkan kekuasaaan yang ingin direbut dari lawan politiknya. Sikap itu sampai terbawa ke rumah. Queen lah yang jadi korban saat kepentingan ayahnya untuk memiliki kekuasaan dikedepankan.

Queen yang masih berumur 17 tahun tentunya sangat ingin mendapatkan kasih saying dan pengalaman masa muda yang ingin diraihnya di lingkungan tempat Queen tinggal. Dengan sikap ayahnya yang terlalu larut dengan urusan politik menjadikan Queen apolitis karena kesal dengan hal-hal berbau politik.

Queen bukan gadis seperti yang kita kenal pada anak-anak pejabat di Indonesia khususnya yang mengeksklusifkan diri terhadap lingkungannya. Justru Queen tipe cewek yang memandang semua manusia pada dasarnya sama, tidak ada pengkotak-kotakan, dan yang paling penting baginya adalah kebebasan. Selain itu, Queen juga sosok anak muda yang kreatif dan melek teknologi akibat penguasaannya terhadap dunia maya termasuk yang sedang digemari sekarang yakni Facebook.

Walau punya kecerdasan, Queen tetap dianggap anak muda yang tidak mengerti apa-apa dalam urusan politik oleh sang ayah. Seringkali masukan-masukan yang diberikan selalu dimentahkan oleh ayahnya. Suatu ketika, tim sukses Rachmat menyerah tidak mampu merangkul anak muda.

Justru Queen yang punya jawabannya. Queen mengandalkan situs jejaring Facebook, menggaet komunitas-komunitas anak muda dengan sangat mudah. Cara itu berhasil hingga Rachmat mendapat apresiasi tinggi dari anak-anak muda.

Di sisi lain, Queen tidak suka ulah pengamanan yang berlebihan dari Paspampres (Oka Antara) yang khusus diterjunkan untuk melindungi dirinya, Dampaknya, semua laki-laki jadi enggan mendekati Queen. Ada satu momen, hadir seorang pria tampan bernama Braga (Reza Rahadian) mengaku orang LSM Melati Putih yang membantu korban bencana alam ternyata berhasil meluluhkan hati Queen. Termasuk meyakinkan diri kepada Rachmat bahwa Queen bisa merasa nyaman bila berada di sisinya.

Saat rakyat sudah menaruh harapan terhadap Rachmat setinggi-tingginya, tiba-tiba hancur dalam sehari ketika Queen menyalahgunakan kepercayaan ayahnya untuk memberikan sumbangan uang sebesar Rp100 juta kepada sekolahnya malah diberikan kepada Braga. Niat Queen, uang itu bisa lebih berguna bila diberikan kepada korban bencana daripada untuk acara pentas seni di sekolahnya.

Kontan saja, teman-teman Queen kecewa dengan sikap Queen dan kasus ini di-blow up besar-besaran di hampir seluruh media yang ada dengan tuduhan Queen anak dari calon presiden telah melakukan korupsi.

Rachmat pun marah besar dan menuduh Queen telah menggelapkan uang Rp100 juta. Tapi Queen tidak menyerah begitu saja. Diam-diam Queen mendatangi kantor LSM Melati Putih untuk mencari tahu siapa Braga sebetulnya. Aksi Queen diketahui oleh Braga yang ternyata preman dan penipu ulung. Queen pun disekap dan dibawa ke daerah galangan kapal yang sepi untuk 'diamankan'.

Lalu apakah Rachmat sang calon presiden rela mengambil keputusan yang tidak populer hingga mengorbankan ambisi politiknya demi menyelamatkan putri tunggalnya? Apakah karier politiknya bisa diselamatkan dengan jatuhnya dukungan rakyat akibat skandal uang yang dilakukan Queen?

Film ini arahan sutradara Fajar Nugros, salah satu murid dari sutradara kondang Hanung Bramantyo. Cerita film diadaptasi dari cerpen berjudul sama Queen Bee yang ditulis sang sutradara sendiri.

Queen Bee hadir dengan mengambil momentum agenda yang sangat penting di negara ini, yaitu pemilihan presiden yang dilaksanakan 8 Juli nanti. Queen dideskripsikan oleh sang penulis sebagai pencitraan anak muda masa kini yang tidak mau tahu masalah politik. Hidup yang ingin selalu tampil modis, lebih senang menghabiskan waktu dengan teman-teman gaulnya. Namun di balik itu Queen anak muda yang punya bakat besar untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Selain menghibur, Queen Bee sangat cocok ditonton anak-anak muda yang baru punya hak pilih tahun ini. Sebab, sang produser dan sutradara menyampaikan pesan yang cukup apik dan bisa dibilang film ini penuh kampanye ajakan anak muda untuk terlibat menentukan nasib bangsa Indonesia karena masa depan ada di tangan pemuda.

Seperti di film, saat merangkai film pertamanya ini, Fajar mengaku mendapatkan kepercayaan penuh dari Hanung Bramantyo yang duduk sebagai Director Supervisor. Walaupun menjadi guru, Hanung tidak serta merta menggurui setiap pekerjaan pembuatan film Queen Bee.

Pemain:
Tika Putri
Oka Antara
Reza Rahadian
Mathias Muchus
Jajang C. Noer

Sutradara:
Fajar Nugros

Penulis:
Ginatri S. Noer

Jenis Film:
Drama

Produksi:
Million Pictures 2009.

okezone



Jack Nicholson, Siap main Film Komedi

ack Nicholson mempertimbangkan bekerja sama kembali dengan James L. Brooks, sutradara yang pernah mengantarkannya meraih piala Oscar dalam film "Terms of Endearment" dan "As Good as It Gets".

Kabarnya, Nicholson akan kembali membintangi film terbaru "Brooks" yang bertema komedi romantis. Film ini juga akan dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas seperti Reese Witherspoon, Paul Rudd, dan Owen Wilson.

Film yang mengisahkan seorang pemain softball profesional, diperankan oleh Witherspoon, yang terjebak kisah cinta di antara dua pria. Pria pertama bersifat sangat baik dan tenang yang akan diperankan Rudd. Sedangkan pria lainnya adalah seorang pelempar handal tim softball nan mempesona yang diperankan Wilson.

Sebelumnya, tokoh sang ayah yang sedang dipertimbangkan oleh Nicholson ini akan diperankan oleh Bill Murray. Namun, belakangan Murray mengundurkan diri dari peran tersebut yang kemudian ditawarkan pada Nicholson. Meskipun Nicholson belum menyatakan persetujuannya, proyek pengambilan gambar film ini rencananya akan dimulai akhir Juni ini.

rileks.

'PONTYPOOL', Virus Yang Menular Lewat Gelombang Radio

Lihat Gambar

Pemain: Stephen McHattie, Lisa Houle, Georgina Reilly, Hrant Alianak, Rick Roberts, Boyd Banks, Tony Burgess, Rachel Burns

Sekali lagi Grant Mazzy (Stephen McHattie) harus menelan pil pahit saat radio tempat ia bekerja memberhentikannya. Alasannya jelas karena lelucon kasar yang sering kali dilakukan Mazzy saat ia mengudara. Untungnya dalam waktu cepat Mazzy menemukan tempat kerja baru meski kali ini tak sebagus tempat kerja sebelumnya.

Menghabiskan hari Valentine di kota kecil bernama Pontypool, Kanada memang bukanlah kondisi ideal namun Mazzy tak punya pilihan lain. Mazzy harus tetap memandu acara radio seperti biasa. Yang Mazzy tak tahu adalah bahwa hari itu akan menjadi hari yang akan tetap dikenangnya jika ia tetap bisa hidup melalui hari itu.

Kejadian aneh mulai muncul di kota kecil yang semula tenang itu. Polisi terlibat baku tembak dengan sekelompok pemancing dan keributan mulai terjadi di mana-mana. Mazzy akhirnya sadar bahwa kota kecil Pontypool sudah dilanda semacam virus aneh yang dengan cepat menular ke seluruh warga kota. Dan anehnya lagi, diduga menjangkitnya virus ini ada kaitannya dengan transmisi radio tempat Mazzy bekerja.

kapanlagi